Nostalgia yang (tidak) Indah

Hmm.. tak disangka malam ini saya kembali bernostalgia, mengulang saat-saat yang indah ketika kami berada di bogor dalam perjuangan ingin mensejahterakan diri dan bangsa (maunya seh begitu…).

Ceritanya malam ini saya kehabisan rokok, setelah pergi ke warung langganan ternyata warungnya udah tutup karena malam telah larut. sebenarnya masih banyak warung lain yang buka, tapi karena jaraknya jauh saya memilih kembali ke kost-an dengan tangan hampa.. mulanya saya dapat menahan keinginan untuk merokok, tetapi lama-kelamaan saya tidak kuat juga, setelah berpikir-pikir dan melihat di meja masih ada bungkus rokok sisa tadi siang dan di asbak banyak terdapat puntung rokok, muncullah ide cemerlang.

Apa idenya?… saya teringat saat-saat susah bersama teman-teman waktu tinggal di Leuwi Liang – Bogor, disaat tidak ada uang kami memanfaatkan puntung dan timah rokok untuk diracik kembali menjadi sebatang rokok. Ya… itulah yang saya lakukan malam ini, saya meracik kembali puntung-puntung rokok yang ada di asbak menjadi sebatang rokok “made inâ€? sendiri bermodalkan lembaran timah yang telah dikelupas timahnya dan puntung rokok yang ada di asbak.

Hmmm…. Nikmat juga rasanya kalo tidak ada alternatif lain sementara mulut sudah tidak tahan lagi mau merokok.