
Hmmm…. Lama juga ga nulis, tulisan terakhir saya tertanggal 9 Desember 2009 yang lalu, dah setengah tahun berlalu blog jomblo ini terbengkalai, hal ini semata-mata karena kemalasankesibukan saya mencari lahan pulungan baru yang kira-kira bisa menambah penghasilan buat beli sembako yang harganya semakin melambung jauh terbang tinggi bersama mimipi…..
Berbagai lahan TPA telah dikais, berbagai taktik telah dicoba, ternyata yang namanya mulung tetap ga memuaskan
, cuma sekedar cukup buat beli nasi bungkus untuk mengisi perut doang
Nah…. kembali ke soal mulung, sekarang ini saya lagi asyik mengais-ngais di TPA Amazon.com, yang konon katanya banyak yang masih bagus dan bisa dijual lagi ke tukang rongsokan
Setelah dicoba beberapa bulan ternyata walaupun banyak saingan, karena lahan TPA nya 1000x lapangan bola, masih kebagian rejeki juga buat menambah penghasilan dari TNX yang bergelombang seperti jalan rusak
.
Alhamdulillah…. masih bisa makan dan memberi makan……
Baru-baru ini Google mengeluarkan layanan baru “Google Public DNS” yang dikeluarkan dengan harapan membantu mempercepat akses browsing internet. Berdasarkan release resmi dari blog Google code.
Berikut adalah fitur-fitur layanan DNS server gratis dari Google :
- Speed: Resolver-side cache misses are one of the primary contributors to sluggish DNS responses. Clever caching techniques can help increase the speed of these responses. Google Public DNS implements prefetching: before the TTL on a record expires, we refresh the record continuously, asychronously and independently of user requests for a large number of popular domains. This allows Google Public DNS to serve many DNS requests in the round trip time it takes a packet to travel to our servers and back.
- Security: DNS is vulnerable to spoofing attacks that can poison the cache of a nameserver and can route all its users to a malicious website. Until new protocols like DNSSEC get widely adopted, resolvers need to take additional measures to keep their caches secure. Google Public DNS makes it more difficult for attackers to spoof valid responses by randomizing the case of query names and including additional data in its DNS messages.
- Validity: Google Public DNS complies with the DNS standards and gives the user the exact response his or her computer expects without performing any blocking, filtering, or redirection that may hamper a user’s browsing experience.
Yang paling penting adalah alamat IP DNS server gratis dari Google ini sangant mudah diingat, yaitu:
Primary DNS: 8.8.8.8
Secondary DNS: 8.8.4.4
Untuk menggunakan Google Public DNS, anda cukup mengganti Setelan DNS server di Jaringan anda agar menggunakan DNS dari Google di atas. Penjelasan lengkap cara penggunaannya dapat anda temukan di sini.
Tadi siang ada seorang teman yang datang minta dibenerin Netbook Acer Aspire One nya yang tidak mau booting alias ngeblank, katanya ini akibat mati lampu dan waktu itu Netbook dalam posisi booting, setelah mencari kesana-kemari di ranah maya, akhirnya Hamdi menemukan solusinya, ternyata masalahnya ada di BIOS netbook tersebut dan ternyata cukup mudah untuk mengatasinya
.
Caranya sebagai berikut:
Catatan:
Semoga Bermanfaat
Kawan-kawan Domainer pasti sering menggunakan tool yang satu ini, Bulk Pagerank Checker atau dalam bahasa kita disebut Pemeriksa Ranking domain secara massal (bener ga ya… ).
Nah…. berhubung domain bekas juga termasuk dalam lahan pulungan saya, jadi saya sering sekali memakai tool Bulk PR checker ini, kan lumayan capek kalo mau ngecek list domain bekas yang bejibun satu persatu, bisa-bisa jari-jemari yang udah kasar karena dipake mulung tiap hari ini semakin ga karuan bentuknya
.
Kalo cuma untuk memeriksa satu-dua domain, saya biasa menggunakan layanan dari DiagnosticoWeb punya KangKenyot, tool ini lengkap banget sampe jeroan domain bisa diperiksa. Salut buat pembuatnya…
Kembali ke urusan cek pr massal tadi, karena sering memeriksa domain dalam jumlah banyak, maka saya memutuskan untuk membuat sendiri layanan semacam ini, lumayan buat mengurangi beban otak mengingat alamat URL atau harus melakukan pencarian via Google sebelum melakukan pemeriksaan domain.